Skuad Juventus Serie B, Dimana Mereka Sekarang?

big-thumbnail-skuad-juventus-di-serie-b

Juventus menjuarai Serie B

sinyonyatua.com – Sejarah tak melulu tentang kenangan manis di masa lampau. Sebagian di antaranya adalah cerita-cerita pilu, yang meskipun terlalu pahit untuk dikenang, tetaplah merupakan bagian dari sebuah jejak perjalanan. Ini adalah catatan tentang skuad juventus di Serie B dan dimana mereka sekarang.

Fan Juventus tentu mafhum bahwa Juve tak tersodok ke Serie B karena permainan di dalam lapangan. Juve terdegradasi karena sebuah skandal, yang sampai kini masih menjadi kontroversi. Skandal tersebut dinamai dengan calciopoli.

Sebelum skandal itu mengemuka ke permukaan, Juve sedang begitu dominan-dominannya di Italia. Hampir semua lini dihuni pemain terbaik. Skuad Juve 2005 bahkan dianggap generasi emas selanjutnya setelah generasi akhir 90-an yang mencapai tiga final Liga Champion beruntun.

Lalu Calciopoli merampas semuanya.

Ada banyak cerita tentang calciopoli. Juga tentang keganjilannya. Juga tentang bagaimana ‘hanya’ Juventus yang menjadi sasaran tembak meski fakta persidangan mengungkap ada banyak klub yang terlibat dalam skandal yang sama. Beberapa teori bahkan menyebut calcipoli adalah konspirasi untuk menjungkalkan Juventus ke lembah kenistaan.

Tapi kita tak akan membahas calcipoli kali ini. Mungkin nanti. Kapan-kapan di waktu lainnya.

Kali ini kita akan membahas skuad bersejarah Juventus di Serie B 2006 dan bagaimana kabar mereka saat ini.

Skuad Juventus Serie B

Ketika hakim mengetok hukuman degradasi Juventus ke Serie B, para bintang klub ini langsung antre masuk bursa transfer. Jumlah pemain yang keluar cukup untuk membentuk satu tim kompetitif yang mampu bersaing untuk memperbutkan Serie A.

Mereka antara lain Fabio Cannavaro dan Emerson ke Real Madrid, Lilian Thuram dan Gianluca Zambrotta ke Barcelona, Patrick Viera dan Zlatan Ibrahimovic ke Inter Milan, dan Adrian Mutu ke Fiorentina.

Ketika gelombang pemain pergi meninggalkan Juve, Alessandro Del Piero angkat suara. Ketika itu ia keukeuh bertahan. Satu manifestonya bahkan diingat hingga kini. Yakni ketika ia mengatakan the gentleman never leave his lady. Seorang pria sejati tak akan meninggalkan kekasihnya.

Loyalitas Del Piero menginspirasi beberapa bintang lainnya untuk turut bertahan. Mereka di antaranya Gianluigi Buffon, Pavel Nedved, Mauro Camoranessi, dan David Trezeguet. Lima pemain ini pada akhirnya masuk dalam Hall of Fame Juventus dan nama mereka diabadikan dalam daftar 50 legenda klub yang dicatat di dalam Juventus Museum.

pemain juventus di Serie B

Para bintang inilah yang kemudian menjadi tulang punggung Juventus di kompetisi kasta kedua Liga Italia.

Di sisi lain, kondisi ini membuat para pemain muda mendapat kesempatan. Claudio Marchisio, Giorgio Chiellini, Sebastian Giovinco, Paulo de Caglie, dan beberapa pemain muda lainnya memiliki kesempatan untuk menjadi pemain utama Juventus meskipun tak berlaga di kasta tertinggi. Kelak, beberapa nama ini tetap menjadi bintang yang akan dikenang dalam sepanjang sejarah I Bianconerri.

Untuk menambal skuad yang pergi, Juve juga melakukan beberapa pembelian. Mereka yang datang pada masa-masa sulit ini antara lain Jean-Alain Boumsong dari Newcastle United, Cristian Zanetti dari Inter Milan, Valeri Bojinov dari Fiorentina, hingga Marco Marchioni dari Parma.

Itu belum termasuk pemain-pemain yang kembali dari masa peminjaman seperti Rafaele Palladino (Livorno), Oliver Kapo (AS Monaco), hingga Nicola Legrottaglie (Siena).

Secara lengkap, inilah daftar skuad Juventus pada musim 2006/2007 saat mengarungi Serie B:

Kiper:

Gianluigi Buffon, Antonio Mirante, Matteo Trini, Emanuele Belardi

Pemain Bertahan:

Alessandro Birindelli, Giorgio Chiellini, Robert Kovac, Gianluca Pessotto, Felice Piccolo, Federico Balzaretti, Jonathan Zebina, Paolo De Ceglie, Nicola Legrottaglie, Jean-Alain Boumsong.

Gelandang:

Giuliano Giannichedda, Pavel Nedved, Claudio Marchisio, Matteo Paro, Marco Marchionni, Dario Venitucci, Raffaele Bianco, Mauro Camoranesi.

Penyerang:

Valeri Bojinov, Alessandro Del Piero, David Trezeguet, Raffaele Palladino, Marcelo Zalayeta, Sebastian Giovinco, Michele Paolucci.

Skuad ini tentu terlalu kuat untuk Serie B. Starting XI Juventus bahkan masih bisa cukup kuat untuk bersaing di papan tengah kasta tertinggi Liga Italia.

Baca Juga:   Eks Presiden Juventus Kritik Cristiano Ronaldo

Skuad Juventus 2006/2007

Meski mengawali musim dengan minus 9 poin, Juve mengakhiri Serie B dengan gelar juara. Del Piero menjadi bintang utama kebangkitan Si Nyonya Tua dengan 20 gol yang sekaligus merupakan top skor Serie B pada musim itu.

Lantas, bagaimana kabar para pemain Juventus 2006/2007 itu saat ini? Bagaimana karir mereka setelah meninggalkan Si Nyonya Tua?

Apa Kabar Mereka Saat Ini?

Kita hanya akan membahas pemain yang tampil dalam lebih dari 10 pertandingan. Membahas semua pemain akan membuat tulisan ini seperti skripsi yang tak kunjung di-ACC. Panjang cuy. Ini aja udah panjang banget, haha.

Gianluigi Buffon

Bayangkan kondisi ini. Anda menjadi salah satu pemain paling penting dalam skuad yang baru saja menjuarai Piala Dunia, memiliki segala kesempatan untuk bermain di klub terbaik dunia manapun selain Juventus, tapi malah membuang karir anda di kasta kedua. Itulah yang dilakukan Buffon pada tahun itu, dan pilihan itulah yang membuatnya istimewa, sampai bila-bila.

Buffon memilih bertahan. Seorang penjaga gawang terbaik dunia yang memilih setia bersama kekasihnya yang tengah dirundung masalah terberat sejak pertama berdiri.

“Saya bisa saja pergi pada saat itu. Saya dihubungi oleh klub-klub yang hebat,” kata Buffon satu kali mengenang keputusannya bertahan di Juventus di Serie B.

“Tapi saya memutuskan untuk bertahan, karena di atas segalanya, ini adalah bentuk ucapan terima kasih saya kepada klub.”

“Saya ingin membuktikan bahwa nilai-nilai sepak bola yang saya percaya bukan hanya ada dalam retorika semata, tapi juga dalam aksi yang nyata. Sepak bola bukan hanya soal bisnis, tapi juga melibatkan sentimen perasaan. Tanpa itu semua, olahraga akan menjadi benda mati.”

Pada saat itu, Buffon bermain dalam 37 pertandingan liga, menjadikannya pemain Juventus dengan caps terbanyak di Serie B. Ditambah dengan tiga pertandingan copa, Buffon mencatat 40 caps untuk Juventus pada 2006. Ini membuat Buffon menjadi penampil dengan menit terbanyak pada tahun itu.

Lantas dimana ia sekarang dan bagaimana karirnya setelah musim bencana itu? Yaelah, ini gak perlu dibahas kali. Kalian sudah pasti tahu, lah.

Alessandro Birindelli

Salah satu nama besar yang bertahan ketika Juve menghadapi Calcipoli. Birindelli menjadi bek utama di sisi kanan Juve selama di Serie B. Ia bertahan di Juve hingga 2008, untuk kemudian melanjutkan masa tuanya di AC Pisa di Serie B. Ia akhirnya pensiun pada tahun 2010. Selepas bermain, Birindelli menjalani karir sebagai pelatih. Terakhir ia diketahui menjadi pelatih Tim U-19 Empoli.

Oh ya, Birindelli saat itu bermain dalam total 40 pertandingan baik di Serie B maupun Coppa Italia. Di Serie B, ia mencatat 29 pertandingan sebagai pemain utama dan 8 lainnya sebagai pemain pengganti. Cukup baik, mengingat usianya saat itu sudah mencapai 31 tahun.

Giorgio Chiellini

Calciopoli mungkin menjadi berkah tersembunyi bagi Chiellini. Ialah pemain Juve yang paling bersinar bersinar karena kasus ini.

Ketika semua ini terjadi, Chiello baru berusia 22 tahun. Ia menjadi palang pintuh pertahanan utama setelah Juve ditinggal dua bek kelas dunia dalam diri Cannavaro dan Thuram.

Chiellini Juventus Serie B

Serie B memberi Chiellini kesempatan untuk berkembang. Ia tampil dalam 32 pertandingan liga, dengan 29 sebagai pemain inti dan tiga pemain pengganti. Ia juga mencatat 4 pertandingan di Coppa Italia. Yang menarik, sebagai bek tengah, ia cukup produktif dengan ikut mencetak tiga gol untuk membantu Juventus meraih tiket promosi.

Sisanya adalah sejarah. Chiellini kini telah mencatat lebih dari 500 pertandingan untuk Si Nyonya Tua dan masih akan terus bertambah seiring dengan karirnya yang masih menjadi pemain intik jika berada dalam kondisi yang fit. Ia juga menjadi satu-satunya pemain Juventus yang masih berada di klub sejak kasus Calcipoli selain Gigi Buffon.

Baca Juga:   Paulo Dybala: Saya Tidak Terjangkit Corona

Robert Kovac

Pensiun sebagai pemain pada 2011. Setelah meninggalkan Juventus pada 2008, Kovac sempat bermain untuk Borussia Dortmund dan Dinamo Zagreb. Ia kemudian merintis karir sebagai pelatih dan terakhir diketahui menjadi asisten saudara kandungnya di Bayer Muenchen. Siapa saudara kandungnya? Yaps, Niko Kovac yang dipecat sebagai pelatih Muenchen pada November 2019 lalu.

Kovac bermain dalam total 19 pertandingan selama berada di Serie B.

Jein-Alain Boumsong

Masih ingat dengan pemain pemain Prancis ini? Ia adalah bek utama Juve pada masa-masa suram ini. Boumsong bermain dalam 33 pertandingan Serie B dan ikut mencetak 32 gol. Ia hanya bertahan selama setahun setelah Juve kembali ke Serie A sebelum akhirnya kembali ke negaranya untuk memperkuat Olympique Lyon. Kini, Boumsong sudah pensiun dan menjalani karir sebagai pengamat sepak bola.

Nicola Legerottaglie

‘Cuma’ bermain dalam 10 pertandingan. Bertahan di Juve hingga 2011 sebelum gabung Milan dan kemudian Catania. Setelah pensiun, menjalani karir sebagai pelatih. Terakhir ia menjadi staf pelatif Pescarra.

Federico Balzaretti

Tak banyak yang mengingat Balzaretti sebagai pemain Juventus. Tapi ialah bek kiri utama Juventus selama berada di kasta kedua. Ia tampil dalam total 40 pertandingan di liga maupun copa dengan ikut menyumbang dua gol.

Karir Balzaretti lebih bersinar setelah meninggalkan Juventus. Ia menjadi bek utama Italia di Euro 2012, yang dengan skuad pas-pasan mampu melaju hingga ke final sebelum dibantai Spanyol dengan skor 4-0.

Balzaretti pensiun pada 2015 setelah terus-terusan berurusan dengan cedera.

Jonathan Zebina

Ia salah satu bintang lainnya yang ikut bertahan pada tahun prahara. Pemain yang mampu bermain sebagai bek tengah maupun bek kanan ini bermain dalam 20 pertandingan Serie B.

Ia bertahan di Juventus hingga 2010. Kemudian ia melanjutkan karir di Brsecia lalu beberapa klub di negara asalnya Prancis. Ia akhirnya pensiun pada 2015.

Cristian Zanetti

Pada tahun 2006, Juve melepas dua pemain ke Inter Milan (Ibra dan Viera) dan sebagai gantinya, Juve mendapat satu eks I Nerazzuri. Ia adalah gelandang bertahan Cristian Zanetti. Mungkin memang tidak sepadan, tapi apa yang bisa kita harapkan dalam masa-masa sulit seperti itu?

Bagaimana pun, Zanetti merupakan salah satu skuad utama di Serie B. Ia tampil dalam 28 pertandingan pada musim itu dan masih terus bertahan hingga 2009. Setelah pensiun, ia menjalani karir sebagai pelatih.

Giuliano Giannicheda

Menjadi partner Zanetti di lini tengah Juve, Giannicheda tampil dalam 20 pertandingan Serie B pada saat itu. Ia bertahan di Juve selama setahun setelah kembali ke Serie A dan akhirnya pensiun di Livorno pada tahun 2008. Ia kemudian beralih menjadi pelatih dengan klub terakhir yang diketahui adalah Pro Piacenza.

Claudio Marchisio

Selain Chiellini, Serie B juga menjadi berkah bagi Marchisio. Ia mendapatkan debut pada tahun 2006 dan terus berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik yang pernah memperkuat Juventus. Sayang, cedera membuat karir pemain ini terhambat. Ia meninggalkan Juventus pada 2018 dan pensiun satu tahun kemudian, terutama karena tak kunjung mampu mengembalikan performa setelah cedera panjang. Di Juventus, Marchisio menjadi satu di antara seikit pemain yang tampil dalam 400+ pertandingan.

Matteo Paro

Ingat pemain ini? Nggak? Sama, saya juga nggak. Haha. Tapi dia adalah salah satu gelandang yang cukup diandalkan Didier Deschamp pada saat itu. Paro tampil dalam total 30 pertandingan dan ikut menyumbang satu gol.

Ia meninggalkan Juventus pada 2007 dan lalu lalang di klub-klub papan tengah-bawah di Serie A. Kini Paro menjadi asisten pelatih Hellas Verona.

Pavel Nedved

Tak banyak peraih Ballon d’Or yang mau bermain di klub kasta kedua ketika mereka masih memiliki kemampuan tampil di level tertinggi. Nedved mungkin satu-satunya yang masuk kriteria itu.

Nedved tentu saja menjadi salah satu pemain terpenting Juventus ketika itu. Ia terus berada di Juventus hingga pensiun dan kini menjadi salah satu wakil direktur Si Nyonya Tua.

Baca Juga:   Menanti Icardi Musim Depan

Mauro Camoranesi

Rasanya tak perlu memperkenalkan Camoranesi sebagai juara dunia lagi karena toh kalian juga sudah mengetahuinya. Terakhir diketahui bahwa ia menjadi pelatih klub Meksiko, Cafetaleros.

Marco Marchionni

Nama lain yang mendapat kesempatan cukup banyak di lini tengah adalah Marco Marchionni. Didatangkan dari Parma pada awal musim, Marchionni menjadi pelapis Mauro Camoranesi di sayap kanan Juventus. Ia bermain dalam 25 pertandingan liga. Ya namanya saja pemain pelapis, dari 25 pertnadingan itu 12 di antaranya dimulai dari bangku cadangan.

Marchionni bertahan di Juventus selama tiga tahun. Ia kemudian pindah ke Fiorentina, lalu ke Parma, Sampdoria, dan beberapa klub lainnya. Ia akhirnya pensiun di Carrarese pada 2018 lalu dan menjadi pelatih di klub tersebut sampai saat ini.

Raffaele Palladino

Salah satu talenta yang digadang-gadang menjadi ‘The Next’ Alessandro Del Piero. Palladino menjadi pelapis Nedved dan/atau Del Piero kala itu. Berposisi asli sebagai winger, ia juga kerap dipasang sebagai penyerang kedua.

Sebagai pelapis, Palladino menikmati waktu bermain yang lumayan banyak di Juventus era Serie B. Ia bermain dalam 25 pertandingan, dengan dengan 11 di antaranya sebagai pemain pengganti. Catatannya lumayan oke dengan delapan gol.

Performa ini membawa Palladino debut di Timnas Italia pada 2007. Pindah ke Genoa pada 2008, ia sedikit demi sedikit menghilang dari peredaran. Terakhir ia bermain bersama Monza di Serie C dan akhirnya pensiun pada Oktober 2019 lalu.

Valeri Bojinov

Tak banyak yang tahu bahwa Valeri Bojinov pernah memperkuat Juventus. Dan itu memang hanya terjadi selama satu tahun yakni pada musim 2006/2007.

Bergabung sebagai pemain pinjaman dari Fiorentina, Bojinov berkontribusi dengan lima gol untuk membantu Juventus kembali ke Serie A. Ia juga mencetak 2 gol di kompetisi copa Italia, membuatnya total mencetak 7 gol dalam 21 pertandingan di Serie B dan Copa Italia. Agak mengherankan Juve tak mempermanenkan pemain asal Bulgaria ini pada akhir musim, mengingat catatannya sebenarnya cukup oke untuk pemain yang baru berusia 21 tahun kala itu.

Musim 2007, ia pindah ke Manchester City. Dari City kemudian ia telah berkelana ke berbagai klub di berbagai belahan dunia, termasuk kasta kedua Liga China bersama MZ Hakka. Ia baru saja bergabung dengan Pescara pada bursa transfer Januari lalu.

Alessandro Del Piero

Gak perju dijelaskan lah ya. Kalian lebih tahu soal pemain satu ini.

Baca Juga: Loyalitas Del Piero yang Tak Usang Dimakan Waktu

David Trezeguet

Trezeguet musim itu mencetak 15 gol. Ia pensiun pada pada 2010 setelah berkelana mulai dari Hercules FC di Liga Spanyol, FC Bahiyas (Liga Uni Emirat Arab), River Plate dan Newell’s Old Boys (Liga Argentina), dan Pune City di Liga India. Sekarang ia menjadi duta Juventus untuk kegiatan-kegiatan sosial dan komersial klub.

Marcelo Zalayeta

Bagi yang sudah mengenal Juventus pada awal 2000-an, Zalayeta mungkin lebih diingat sebagai spesialis gol-gol supersub. Yang paling spesial tentu gol yang menyingkirkan Barcelona di perempat final Liga Champion 2003 dan gol pada menit 116 pada babak 16 besar Liga Champion 2005 kontra Real Madrid.

Yang banyak orang lupa, Zalayeta masih menjadi bagian dari skuad Juventus pada 2006. Ia memang hanya mencetak 4 gol musim itu, terutama karena waktu bermainnya terpangkas banyak karena kehadiran Palladino dan Bojinov.

Zalayeta meninggalkan Juve 2007 dan bergabung ke Napoli. Ia kemudian sempat berganti klub beberapa kali sebelum akhirnya pensiun di klub kampung halamannya Atletico Panarol pada 2016.

Catatan: Tulisan ini dibuat dengan merangkum data terbaru dari berbagai sumber, di antaranya adalah transfermarkt.co.uk dan planetfootball.com

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *