Preview Juve Vs Inter; Malam Pertaruhan Maurizio Sarri

sinyonyatua.com – Pertemuan Juventus Vs Inter Milan di Serie A, Senin dini hari (9/3), mempertaruhkan banyak hal. Mulai dari posisi kedua tim dalam pacuan gelar scudetto hingga pertarungan nama besar dan prestise kedua tim dalam persebakbolaan Italia. Namun di atas segalanya, malam ini bisa menjadi malam pertaruhan Maurizio Sarri.

Posisi Sarri di Juve memang sedang tak aman. Hal ini tak lepas dari performa Juve yang tak kunjung konsisten. Apalagi Juve kini terancam gugur di babak 16 besar Liga Champion setelah kalah 1-0 dari Lyon pada leg pertama.

Kita bisa berdalih bahwa memang ada kalanya sebuah tim tampil buruk. Toh Sarri sejauh ini memang gagal memenuhi ekspektasi. Baik dari hasil maupun pola permainan.

Baca Juga:   Resmi: Laga Kedua Juventus Vs Lyon di Liga Champion Ditunda

Untuk ukuran hasil, Juve musim ini memang masih menjadi salah satu favorit di Serie A. Tapi posisinya tak pernah benar-benar aman. Inter dan Lazio membayangi dengan keras. Bahkan klub yang disebut terakhir kini duduk sebagai peringkat satu klasemen sementara.

Juve dua kali ditekuk Lazio, kemudian juga kalah dari Verona, dan teranyar kalah dari Lyon. Yang menyedihkan, dalam hampir semua kekalahan itu, lini tengah Juventus terlihat lebih inferior ketimbang lawan-lawannya.

Kalau hanya sekadar hasil, mungkin masih ada pembelaan. Bagaimana pun, rasio kemenangan Sarri di Juventus lebih tinggi dibanding Conte dan Allegri di musim perdana mereka. Jika Juve kini mendapat persaingan lebih keras, itu adalah karena saingan Juve juga menjadi jauh lebih konsisten.

Baca Juga:   Hotel Ronaldo Diubah Menjadi Rumah Sakit Khusus untuk Corona

Posisi Sarri Tak Aman

Namun yang membuat manajemen mulai tak sabaran adalah pola permainan Sarri yang belum kunjung bisa diterapkan. Ada beberapa pertandingan memang ketika Sarrismo berjalan. Tapi selebihnya, Juve ala Sarri tidak terlihat berbeda seperti Juve ala Allegri yang pragmatis dan mendewakan hasil semata.

Dalam berbagai pertandingan, kemenangan Juventus lebih banyak tersaji karena momen-momen individual pemain. Bukan dari skema kolektif yang diharapkan dari sepak bola ala Sarriball.

Padahal, sejak awal tujuan manajemen memilih Sarri adalah untuk mengubah wajah Juventus. Dari tim pragmatis yang hanya memetingkan hasil menjadi tim yang bermain atraktif nan menyerang.

Di titik inilah Sarri dinilai gagal. Meski sudah mencapai tujuh bulan, permainan Juve masih begitu-begitu saja. Bahkan mungkin lebih buruk dibanding musim lalu.

Baca Juga:   Bantu Perangi Corona, Ronaldo Sumbang Alat Medis untuk Rumah Sakit Portugal

Di titik yang sama, posisi Sarri menjadi begitu tak aman.

Rumor yang beredar kini Sarri hanya memiliki satu pertandingan untuk membuktikan diri. Dan laga itu adalah Derby D’Italia antara Juve Vs Inter Milan.

Karena itu laga ini menjadi begitu penting. Bukan hanya untuk mengembalikan posisi Juve ke puncak klasemen, tapi juga tentang siapa yang akan duduk di bangku pelatih Nyonya Tua di sisa musim ini.

Tugas Tuan Sarri dalam pertandingan ini begitu berat. Ia bukan hanya harus memenangkan petandingan. Ia juga harus memenangkan hati Andrea Agnelli dan puncak manajemen Juve lainnya.

Jika tidak, surat pemecatan sudah menanti.

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *