Posisi Sari Dipertaruhkan pada Derby D’Italia

Nyonya Tua – Posisi Maurizio Sarri di Juventus sedang berada di ujung tanduk. Klub dikabarkan akan melepas Sarri jika sampai kalah dari Inter Milan.

Juve sebelumnya meraih hasil buruk setelah kalah dari Olympique Lyon di leg pertama babak 16 besar Liga Champion. Dalam laga itu, I Bianconeri takluk dengan skor 1-0.

Kekalahan itu membuat posisi Juve di Liga Champion terancam. Si Nyonya Tua pun kini memiliki tugas berat untuk membalikkan keadaan di leg kedua. Juve harus menang dengan selisih minimal dua gol untuk lolos ke babak selanjutnya.

Masalah Sarri di Juventus bukan hanya berkaitan dengan hasil pertandingan. Jika itu ukurannya, Sarri sebenarnya masih belum jelek-jelek amat. Seajuh ini, ia hanya kalah satu kali di Liga Champion dan 3 kali di Serie A. Total, Sarri hanya kalah 4 kali dalam 32 pertandingan.

Baca Juga:   "Paul Pogba Harus Kembali ke Juventus"

Masalah sebenarnya adalah kegagalannya mentransfer sepak bola menyerang ke dalam DNA Juventus. Sejauh ini, meski sering menang, Sarri masih belum bisa memenuhi keinginan manajemen (dan fans) untuk menampilkan sepak bola atraktif nan menyerang.

Pada laga melawan Lyon misalnya. Serangan Juve acap kali buntuk begitu mencoba masuk ke sepertiga akhir lapangan lawan. Alih-alih mengalirkan bola pendek dengan umpan satu dua, pemain Juventus justru melepas umpan panjang yang juga tak tepat sasaran.

Di Liga Italia pun sering demikian. Meski masih menjadi salah sau favorit juara, permanainan Juventus masih jauh dari harapan. Padahal, sejak awal, Sarri memang direkrut untuk mentransformasikan sepak bola menyerang ke kubu I Binaconerri.

Baca Juga:   Juventus Kejar Zidane, Susun Rencana Membajaknya dari Real Madrid

Sarri sendiri sudah terang-terangan mengkritik anak asuhnya di depan publik. Ia mengatakan skuad Juventus tak mampu menerapkan ide dasar sepak bola ala Sarrismo.

Dan dengan demikian, perpecahan antara Sarri dengan pihak klub semakin mengemuka ke permukaan.

Menurut kabar terkini, Juve akan menunggu hasil derby d’italia sebelum membuat keputusan. Jika Juve kembali takluk -apalagi tak menampilkan permainan menyerang- Juventini harus siap-siap menerima kenyataan pelatih kesayangannya ini dipecat dari Allianz Stadium.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *