Mengenal Lebih Jauh Slogan Juventus, Fino Alla Fine

sinyonyatua.com – Sebagai fans Juventus, kalian tentu akrab dengan kata-kata fino alla fine. Tapi tahukan kalian apa arti dari slogan ini?

Jika cukup jeli, kata-kata ini kadang terdengar disenandungkan oleh juventini ketika Juve bermain. Kadang cukup kedengaran dari tv juga kok. Kata-kata ini menjadi chant wajib yang bergemuruh di seisi stadion.

Secara harfiah, fino alla fine berarti berjuang hingga akhir. Slogan ini digunakan secara resmi pertama kali mulai musim 2015. Pada waktu itu Juve memang memulai proyek rebranding klub. Untuk alasan yang sama pula, Juve kemudian melakukan pergantian logo pada 2017.

Pada tahun 2015, Juve menggelar jajak pendapat melalui situs resminya. Jajak pendapat ini dilakukan untuk memilih slogan baru klub yang disematkan di kerah jersey Juventus. Dari jajak pendapat inilah, fino alla fine terpilih menjadi sloga offisial bagi Si Nyonya Tua.

Baca Juga:   Ronaldo Hengkang Akhir Musim Ini?

Fino alla fine menyisihkan lima slogan lainnya. Mulai dari ‘Bianco che abbraccia il nero’, ‘Writing history, chasing victory’, ‘We live our lives in color, but Dreams are Made in black&white’, hingga ‘Storia di un grande amore’.

Sejak awal polling, fino alla fine selalu mengungguli slogan-slogan lainnya. Slogan ini pun menang telak dibanding slogan-slogan lain yang ditawarkan oleh manajemen.

Lantas mengapa Fino Alla Fine?

Slogan ini dianggap mewakili semangat lo spirito juve yang sudah lebih dulu terkenal. Lo spirito Juve menggambarkan narasi yang sama, tentang semangat berjuang hingga titik peluit penghabisan.

Selama ini lo spirito dianggap sudah menjadi identitas Juventus. Identitas inilah yang selalu ditanamkan kepada siapa pun yang mengenakan seragam hitam putih. Identitas ini menjadi DNA dan wajah Juventus di dalam lapangan.

Baca Juga:   Kenapa Juventus Dijuluki Si Nyonya Tua?

Lo spirito dan fino alla fine mewakili semangat yang sama. Yakni mental meraih kemenangan.

Secara historis, Juve bukan tim yang mendewakan gaya permainan menyerang dan menghibur. Pemain-pemain Juve tak dididik untuk melakukan atraksi. Meski pernah melahirkan pemain-pemain brilian macam Giampiero Boniperti hingga Del Piero, permainan Juve tak pernah benar-benar dimaksudkan untuk menghadirkan tepuk tangan dan tepuk riuh kekaguman penonton.

Satu-satunya yang penting bagi Juventus adalah kemenangan. Dan itu harus diperjuangkan hingga detik terakhir dalam pertandingan.

Karena itu, sejak awal mula, identitas dan mentalitas yang ditanamkan kepada siapa pun yang datang ke Juventus adalah identitas untuk menjadi juara. Semangat untuk bekerja keras, penuh determinasi, dan keinginan untuk memberikan segalanya di dalam lapangan. Semangat inilah yang membuat pemain-pemain macam Chiellini, Nedved, hingga Conte menjadi istimewa di dalam sejarah klub.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *