Kenapa Juventus Dijuluki Si Nyonya Tua?

Sebagai fans Juventus, pernahkah kalian berpikir mengapa Juventus mendapat julukan Si Nyonya Tua? Ini menarik mengingat arti kata ‘juventus’ dalam bahasa latin justru sebenarnya adalah pemuda. Lalu jika Juve bermakna muda atau sesuatu yang behubung dengan kemudaan, mengapa Juventus justru dijuluki Si Nyonya Tua?

Nah, asal-usul mengapa Juve memiliki julukan seperti ini sebenarnya cukup panjang. Mari kita bahas dari awal.

Pertama dari soal sejarah awal berdirinya klub. Juventus resmi berdiri pada tahun 1897. Pada mulanya klub ini didirikan oleh siswa sekolah Massimo D’Azeglio Lyceum. Sekolah ini berada di Liceo D’Azeglio, sebuah kawasan di Turin. Pada saat itu, rata-rata pendirinya berusia antara 15 hingga 17 tahun.

Salah dua dari para pemuda itu adalah Eugenio Canfari dan Enrico Canfari, kakak beradik yang berasal dari satu keluarga. Sementara anak-anak muda yang lain adalah mereka yang memiliki hobi yang sama bermain-main dengan bola.

Pada mulanya hanya sebuah hobi bermain sepak bola bersama. Lalu sebagaimana perkumpulan anak muda lainnya, Canfari bersaudara mengajak rekan-rekannya untuk membuat sebuah klub resmi. Ini tak lain berkatt budaya sepak bola yang mulai populer di Italia pada saat itu.

Sebagaimana perkumpulan pada umumnya, yang pertama dilakukan adalah mencari markas. Lalu rapat membentuk nama. Dalam rapat ini sempat terjadi dead lock. Beberapa nama yang diusulkan bagi klub mereka adalah “Societa Via Port” dan “Societa sportive Massimo D’Azeglio”.

Meski sempat menjadi opsi, nama itu pada akhirnya tak terpilih menjadi nama klub. Salah satu alasannya adalah karena mereka tak ingin Juventus dikenal hanya karena basis kedaerahan. Karena itu, nama-nama yang mengandung nama daerah seperti D’Azeglio tak menjdai pilihan.

Logo Juventus dari waktu ke waktu

Pada akhirnya nama yang disepakati justru nama berbau latin Sport Club Juventus. Nama ini kemudian hari berganti menjadi Football Club Juventus yang bertahan hingga saat ini.

Baca Juga:   De Ligt, yang Terbaik dari Bintang Muda Dunia

Sampai tahun 1900, Juventus belum mengikuti kompetisi resmi sama sekali. Mereka pertama kali ikut Kejuaraan Sepak Bola Italia pada tahun 1900. Mengikuti kompetisi nasional membutuhkan kondisi keuangan yang stabil.

Karena itulah, klub membutuhkan investor. Peluang ini ditangkap Aimone-Marsan pada tahun 1904 yang membeli klub itu dan memiliki hak untuk mengatur kondisi keuangannya.

Seiring dengan peralihan itu pula, markas Juve berpindah ke ke Velodrome Umberto yang juga masih berada di Turin. Tempat ini dianggap lebih layak dibanding Piazza d’Armi yang merupakan tempat mereka latihan sebelumnya.

Lalu pada 1906, perseteruan internal di dalam Juventus membuat sejumlah manajemen dan pemain keluar dan membentuk klub baru. Klub inilah yang kita kenal sekarang dengan nama Torino.

Baca juga: Del Piero dan Kesetiaannya yang Tak Terbalas Itu 

Perseteruan ini pula yang membuat hubungan kedua tim tak pernah bersahabat bahkan hingga saat ini derbi Juve Vs Torino menjadi salah satu derbi paling panas di Italia. 

Pada mulanya, seragam kebesaran Juventus adalah pink-hitam. Lalu sebuah ‘insiden’ mengubah wajah klub selamanya. Satu kali Juve memesan jersey baru dari Inggris. Jersey ini sedianya akan digunakan untuk mengikuti Kejuaraan Sepak Bola Italia -kini Serie A.

Baca Juga:   Federico Bernardeschi; Dibuang Juventus, Diincar Barcelona?

Tentu saja yang dipesan adalah seragam dengan warna merah muda. Tapi yang dikirim justru jersey Notss County yang berwarna hitam putih. Karena ekspedisi pada saat itu masih menjadi barang langka dan mahal, jadilah Juve menggunakan seragam hitam putih milik klub Inggris itu.

Seragam salah kirim itu malah menjadi keberuntungan bagi Juve. Pada 1905, Juve menjuarai scudetto pertama mereka dengan seragam hitam putih. Seragam ini kemudian digunakan dan menjadi seragam kebesaran klub hingga saat ini.

Karena seragam ini Juve mendapat julukan I Bianconeri atau Si Hitam Putih. Karena alasan yang sama pula Juve mendapat julukan Il Zebre atau Si Zebra.

Dalam perkembangan selanjutnya, Juve mulai mendominasi kompetisi Italia. Fans Juventus menyebar di seantero negeri, bukan hanya di daerah Turin yang menjadi basis klub. Ini menyebabkan Juventus mendapat julukan baru, La Fidanzata d’Italia atau Sang Kekasih Italia.

Masalahnya dominasi Juventus menghadirkan kecemburuan banyak klub. Apalagi Juventus sudah dimiliki oleh keluarga Agnelli, pemilik perusahaan FIAT yang merupakan salah satu keluarga paling elit di Italia saat itu. Keberadaan keluarga Agnelli ini membuat Juve melakukan ekspansi besar-besaran dan membangun pondasi klub modern.

Hukum alamnya adalah ketika sebuah pohon tumbuh tinggi, ia akan mendapat terpaan angin yang lebih berat, Kondisi ini yang terjadi di Juve saat itu. Kesuksesan mereka mulai menimbulkan nyinyiran miring dari para pesaing.

Jangan Lewatkan: 

Sandro Tonelli, Calon Jenderal Lini Tengah Baru Juventus

Ronaldo akan hengkang dari Juventus?

Juve akan Segera Pecat Maurizio Sarri?

Salah satu ejekan mereka untuk Juventus adalah La Vechia Signora. Si Nyonya Tua. Julukan ini pada awalnya berkonotasi negatif. Si Nonya Tua digunakan untuk mengejek nama Juventus yang secara harfiah justru berarti ‘pemuda’ atau ‘yang muda’.

Baca Juga:   Bantu Perangi Corona, Ronaldo Sumbang Alat Medis untuk Rumah Sakit Portugal

Jadi Si Nyonya Tua adalah semacam lelucon yang dilemparkan tim lawan untuk mengecek dan mencibir Juventus yang secara harfiah justru memiliki arti yang sebaliknya.

Dalam ejekan itu, Nyonya Tua itu digambarkan sebagai nenek-nenek bangsawan yang cerewet, menyebalkan, sombong, dan angkuh. Ejekan ini digunakan untuk menggambarkan klub yang dimiliki oleh bangsawan Italia ketika itu. Jika diibaratkan dengan kondisi saat ini, ejekan ini mungkin mirip ejekan klub kaya baru atau sugar daddy kepada Man City atau PSG.

Konteks ejekan ini adalah harapan agar Si Nyonya Tua itu tumbang, seperti tumbangnya klub-klub tua lainnya seperti Genoa dan Pro Vercelli. Kedua klub ini merupakan klub legendaris Italia, yang secara historis lebih dulu mengecap kesuksesan dibanding Juventus. Ketika saat itu Genoa dan Pro Vercelli prestasinya mulai surut, Juventus justru terus berkibar.

Yang menarik, julukan itu lama kelamaan justru melekat bersama Juve. Melekat bukan hanya dalam arti negatif tapi justru menjadi arti yang positif. Bahkan menjadi lebih terkenal dibanding I Bianconeri atau Il Zebre yang sudah lebih dulu ada.

Dalam perkembangan berikutnya, julukan La Vechia Signora itu juga berkembang menjadi La Madame (Si Nyonya) atau La Signora Omicidi (Si Nyonya Pembunuh), dan berbagai julukan lainnya. Namun tetap saja La Vechia Signora menjadi julukan plaing terkenal Juventus hingga saat ini.

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *