Kami Keliru, Kami Meminta Maaf

Kami melakukan kesalahan fatal. Artikel tentang Paulo Dybala yang dinyatakan positif corona mengandung fakta yang salah. Artikel itu telah kami turunkan dan kami meminta maaf atas hal tersebut.

Untuk Anda yang baru membaca postingan ini dan tidak melihat artikel sebelumnya, begini konteksnya: sebelumnya kami menayangkan sebuah artikel tentang perkembangan kasus corona terbaru di Italia, khususnya menyangkut Juventus karena blog ini memang didesain untuk Juventini di Indonesia. Judulnya bombastis: Breaking News: Paulo Dybala Positif Corona. 

Secara lengkap, isi artikel yang sudah kami turunkan tersebut adalah sebagai berikut:

—–

sinyonyatua.com – Bintang Juventus Paulo Dybala dilaporkan positif corona. Dybala menyusul Daniele Rugani yang sebelumnya telah lebih dulu dinyatakan terinfeksi virus yang sama.

Kabar ini menyusul langkah Juventus yang telah melakukan karantina terhadap pemain dan staf Juventus lainnya. Menurut berita terkini, kabarnya tak kurang dari 121 pemain dan staf Juve sedang dikarantina menyusul mewabahnya virus ini.

Saat ini sudah ada dua pemain tim utama Juventus yang dinyatakan positif corona. Mengingat cara penyebaran virus ini, bukan tak mungkin dalam beberapa hari ke depan akan ada pemain Juve lainnya yang dinyatakan mengalami hal yang sama.

Sebelum kasus Rugani, tim utama Juve masih melakukan kegiatan bersama. Jadi, bukan tak mungkin masih ada pemain lain yang akan mendapatkan hasil tes yang sama.

Bahkan, seluruh skuad Inter Milan yang melakoni pertandingan menghadapi Juventus beberapa hari lalu kini juga tengah diisolasi.

Selain Rugani dan Dybala, satu pemain Serie A lainnya juga sudah dinyatakan terinfeksi virus yang berasal dari Wuhan ini. Dia adalah penyerang Sampdoria Manolo Gabbiadini.

Saat ini, seluruh pertandingan Liga Italia sudah dibekukan. Pembekuan ini bersifat sementara. Jika keadaan membaik, Serie A dan turunannya baru akan dimainkan kembali setelah 4 April mendatang. Sementara jika keadaan tak membaik, FIGC telah menyiapkan skenario untuk menghentikan liga secara permanen dengan berbagai opsi.

Sejauh ini, Italia merupakan negara dengan kasus corona tertinggi di Eropa. Setidaknya jumlah kasus korona di negara ini sudah mencapai 15.113 orang. Sebanyak 1.258 pasien dinyatakan sembuh serta 1.016 lainnya meninggal dunia.

—–

Baca Juga:   Lord Khedira Cedera Parah, Absen 3 Bulan

Untuk ukuran blog ini, postingan itu meledak. Kurang dalam satu jam statistik mencatat bahwa artikel telah dibagikan lebih dari 600 kali melalui laman Facebook. Ini angka yang sangat tinggi karena page view kami biasanya cuma ratusan per hari.

Masalahnya kemudian adalah kabar tersebut mengandung fakta yang keliru. Tidak ada rilis resmi dari Juventus mengenai hal tersebut.

Artikel ini kami sadur dari salah satu media besar di Indonesia. Media itu mengutip laporan media asing yang memberitakan hal yang sama. Masalahnya, dalam laporan media asing yang dikutip media itu, tak ada narasumber dari lingkaran pertama.

Kesalahan kami adalah menyadur informasi itu tanpa melakukan penelusuran lebih dalam. Kami menelan mentah-mentah informasi yang disajikan hanya karena nama besar media yang bersangkutan.

Baca Juga:   Bekap Genoa, Juve Kian Kokoh di Puncak Klasemen

(Di media bersangkutan, belakangan judulnya diubah dengan menambahkan tanda tanya serta menyatakan kabar ini belum terkonfirmasi di badan berita. Tanpa ada pernyataan ralat maupun koreksi.)

Setelah melakukan penelurusan lebih jauh, didapati fakta bahwa tidak ada konfirmasi tentang Dybala yang terinfeksi corona. Situs resmi Juventus tidak memberikan informasi apa-apa tentang itu. Begitu juga Dybala atau pihak yang terkait langsung dengannya.

Dengan demkian, berita ini sebenarnya hanya spekulasi belaka. Sialnya, kami ikut menangkap spekulasi itu -dan lebih sial lagi  menyebarkannya.

Dalam keterangan di situs resminya, Juve hanya menyebut bahwa ada 121 orang, termasuk pemain, staf, manajer, dan pegawai yang bekerja di Juventus telah melakukan tes Covid 19. Tes ini dilakukan secara sukarela setelah adanya hasil positif terhadap Daniele Rugani.

Bahkan, Koresponden Goal Italia untuk Juventus, Romeo Agresti, yang dimention oleh salah satu akun fan base Juventus untuk mengonfirmasi kabar Dybala terinfeksi corona melalui twitternya menyebut kabar tersebut sebagai fake news atau berita palsu.

Sebagaimana kami nyatakan dalam informasi tentang blog ini, artikel di sinyonyatua.com tidak dimaksudkan menjadi karya jurnalistik. Blog ini adalah blog fan base dan bukan merupakan perusahaan media. Artikel dalam blog ini bersifat artikel umum yang mewakili perspektif fans dan tidak terkait dengan nilai-nilai jurnalisme.

Sekalipun demikian, kami tetap bertanggung jawab atas informasi apapun yang kami sebar melalui blog ini.

Baca Juga:   Corona Meluas, Serie A Dibubarkan Sementara. Bagaimana Nasib Juve?

Karenanya, kami juga memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa informasi yang ada dalam blog ini akurat dan bisa dipercaya. Karena alasan yang sama pula, begitu kami mengetahui bahwa artikel tersebut mengandung kekeliruan faktual, kami segera mencabutnya disertai dengan koreksi dan permohonan maaf ini.

Kami berharap bahwa kejadian ini bisa menjadi pelajaran penting agar ke depan, kami lebih menyaring informasi disajikan dalam blog ini. Kami juga berharap permohonan maaf beserta koreksi ini menjadi bagian dari upaya memerangi hoax dan disinformasi yang semakin mewabah -seperti halnya corona.

Perang menghadapi hoax sama pentingnya dengan perang melawan corona. Sejauh ini, musuh terbesar dalam perang melawan corona bukanlah corona itu sendiri, melainkan ketakutan dan kepanikan yang muncul karena hoax dan disinformasi.

Kami sadar bahwa hari ini kami telah turut serta menjadi satu pihak yang ikut menyebarkan disinformasi. Mungkin dampaknya tidak besar karena pembaca blog ini relatif sedikit. Tapi tetap saja ini adalah kesalahan prinsipil yang harusnya bisa dihindari.

Sekali lagi kami mohon maaf atas kekeliruan tersebut. Kami berharap koreksi ini bisa memperbaiki kekeliruan kami meski kami sadar dalam beberapa hal, yang telah tergurat tak bisa ditarik kembali.

Apapun itu, kami tetap mengajak mari kita berdiri bersama dalam perang melawan hoax dan disinformasi, juga kegaduhan yang muncul karenanya.

Finno ala fine. Hormat kami dari tim di balik sinyonyatua.com.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *