Juve Tak Berdaya di Kandang Lyon

Nyonya Tua – Juvetus tak berdaya di kandang Olympique Lyon. Si Nyonya Tua terpaksa menerima kekalahan dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal Lucas Tausart sudah cukup membawa tuan rumah menggelar pesta atas duka Si Hitam Putih.

Dalam Babak 16 Besar Liga Champion, Juve harus menerima pil pahit pada leg pertama. Kunjungan mereka ke Prancis berakhir dengan kekalahan. Penampilan buruk Juventus membantu tuan rumah mengepak poin penuh sekaligus memperbesar peluang mereka melaju ke babak perempat final.

Jalannya Pertandingan

Dalam laga ini, Juve benar-benar tampil buruk, khususnya pada babak pertama. Hampir tak ada peluang bersih yang diciptakan tim tamu.

Penguasaan bola hanya berkisar di tengah. Nyaris tak ada umpan-umpan berbahaya ke kotak penalti. Ronaldo, Dybala, hingga Cuadrado tak mendapat suplai bola yang cukup untuk membuat peluang.

Baca Juga:   Paulo Dybala: Saya Tidak Terjangkit Corona

Lini tengah Juve yang dikomandoi Miralem Pjanic tampak benar-benar tumpul. Aliran bola tersendat. Pjanic gagal menjadi metronom untuk menghubungkan lini bawah dan depan.

Di sisi lain, Lyon jauh lebih berbahaya. Tuan rumah memang lebih banyak menunggu di daerah pertahanan sendiri. Tapi seketika mendapat bola, serangan mereka jauh lebih berbahaya. Berkali-kali Hoassem Aouar dan kawan-kawan membuat lini belakang Juventus kerepotan.

(Catat nama Aouar. Musim depan mungkin ia akan menjadi pemain kita.)

Puncaknya terjadi pada menit 31. Umpan jauh Aouar disambut Tousart dengan tendangan keras yang tak bisa dihalau Szczesny. Gol. Publik tuan rumah bergemuruh setelah Lyon unggul atas Juventus.

Sayangnya tak ada respon yang berarti dari pemain Juventus. Serangan Juve sama sekali tak tampak membahayakan. Juve bahkan hampir tak bisa melakukan percobaan tepat sasaran di sepanjang sisa babak pertama.

Baca Juga:   Hasil Tes Keluar, Paulo Dybala Positif Corona

Babak kedua kembali dimulai dengan penampilan yang buruk dari Si Nyonya Tua. Pjanic semakin terisolasi. Aliran bola vertikal jarak pendek yang biasa terlihat dalam skema Sarri benar-benar tak berjalan dalam pertandingan ini.

Sarri sadar sumber masalahnya. Pjanic diganti memasuki satu jam usia pertandingan. Ramsey masuk menggantikan mantan pemain AS Roma itu.

Masuknya Ramsey membuat lini tengah lebih hidup. Beberapa waktu kemudian Sarri kembali membuat perubahan dengan memasukkan Higuain dan Bernardeschi untuk menggantikan Cuadrado dan Adrien Rabiot.

Pergantian pemain ini serangan Juventus menjadi lebih hidup. Peluang demi peluang hadir. Juve sempat mencetak gol melalui Dybala meski kemudian dianulir karena ofside.

Sayangnya, hingga akhir pertandingan, gol yang dicari-cari Juventus tak kunjung terjadi. Hingga peluit akhir dibunyikan, Lyon tetap berhasil mempertahankan keunggulan.

Baca Juga:   Pirlo Kembali ke Juventus

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *