Eks Presiden Juventus Kritik Cristiano Ronaldo

sinyonyatua.com – Mantan Presiden Juventus Giovanni Coblli Gigli melemparkan kritik keras kepada Cristiano Ronaldo. Kritik ini berkaitan dengan keputusan Ronaldo meninggalkan Italia saat seluruh tim menjalani karantina karena virus corona.

Pada 11 Maret lalu diketahui bahwa Daniele Rugani positif mengalami corona. Saat berita ini menyebar kepada publik, Ronaldo sudah meninggalkan Italia dan kembali ke kediamannya di Madeira, Portugal.

Padahal, seluruh skuad Juventus saat itu menjalani karantina. Italia pun berada dalam kondisi lock down yang membuat aktivitas keluar masuk dibatasi hanya untuk keperluan yang sangat mendesak.

Adapun Ronaldo sendiri pulang ke Portugal sebenarnya bukan tanpa alasan. Saat itu, ibunya sedang menjalani perawatan di rumah sakit karena stroke. Ronaldo pun pulang untuk merawat sang ibu.

Baca Juga:   Kami Keliru, Kami Meminta Maaf

Namun bagi Gigli, alasan itu tetap tak cukup bagi sang super star meninggalkan rekan-rekannya. Harusnya, menurut Gigli, Ronaldo tetap bersama yang lain menjalani masa karantina di Italia.

“Segalanya jadi rumit ketika Ronaldo memutuskan untuk pulang kampung (ke Portugal). Ketika pengecualian hadir untuknya, semuanya pun menjadi kompleks,” kata Gigli kepada Goal Iternational.

Menurut eks Presiden Juve itu, kepulangan Ronaldo ke Madeira memunculkan kecemburuan sosial dalam tim. Inilah menurutnya yang kemudian membuat Higuain, Pjanic, Khedira, dan Douglas Costa melakukan hal yang sama meski Italia sedang menjalani masa lock down.

“Hasilnya, pemain-pemain lain pun jadi ingin pulang kampung, Seharusnya, ini tidak terjadi, Semua pemain, juga staf tim, semestinya sekarang sedang menjalani masa karantina.”

Baca Juga:   Juve Pecat Sarri Akhir Musim?

“Ia (Ronaldo) bilang bahwa ia pulang ke Portugal karena ibunya (sedang sakit). Namun sekarang, mungkin ia sedang berfoto ria di kolam renang.”

Gigli juga menilai kepulangan Ronaldo dan sejumlah pemain lain ke kediamannya masing-masing akan menyisakan masalah bagi Juventus nanti. Ketika mereka kembali, para pemain tersebut harus kembali menjalani masa karantina selama 14 hari yang membuat program latihan klub terganggu.

Ini akan mengakibatkan kebugaran pemain berada di level yang berbeda dan tak siap ketika harus melanjutkan liga.

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *