Cerita di Balik Layar Pemotongan Gaji Pemain Juventus

 

big-thumbs-skuad juventus

Pemain Juventus bersedia gajinya dipotong selama masa pandemi corona

sinyonyatua.comJuventus adalah klub pertama di Italia yang memotong gaji pemain karena pandemi korona. Mungkin juga yang pertama di dunia. Langkah ini kemudian diikuti oleh berbagai klub lain baik di Italia maupun di berbagai belahan dunia lainnya. Lantas bagaimana cerita di balik layar pemotongan gaji pemain Juventus selama masa corona?

Sebelumnya langkah Juventus mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Mulai dari federasi sepak bola Italia maupun luar negeri. Langkah Juventus -dan para pemainnya- dianggap memperlihatkan solidaritas di masa-masa sulit karena pandemi korona.

Setelah Juventus, banyak klub lain melakukan kebijakan yang sama, termasuk rivalnya di Inter Milan. Klub-klub Spanyol juga sudah mengikuti kebijakan serupa. Begitu juga di berbagai negara lain, termasuk klub-klub Indonesia.

Baca Juga:   De Ligt Tak Akan Meninggalkan Juventus

Nah, pemain Juventus, Juan Cuadrado, mengungkapkan bagaimana cerita para pemain Juventus bersedia mengurangi pendapatan mereka selama masa wabah ini.

Yang menarik, ternyata langkah ini tidak berawal dari pihak klub. Ide untuk mengurangi gaji pemain selama masa korona justru berasa dari pemain Juventus sendiri.

Ide ini diinisiasi oleh Chiellini, yang merupakan kapten Juventus saat ini. Chiellini mengusulkan agar selama masa corona, pendapatan para pemain dipotong sebagai bentuk solidaritas mereka kepada klub selama masa-masa sulit.

“Kapten Chiellini berbicara ke pihak klub. Kemudian ia berbicara kepada kami melalui grup WhatsApp,” kata Cuadrado kepada Sky Sport Italia.

“Kami lalu membicarakan hal ini. Ini adalah momen yang sulit bagi semua orang. Jadi pada dasarnya kami semua ingin memberikan kontribusi kami.”

Baca Juga:   Kami Keliru, Kami Meminta Maaf

Pada akhirnya seluruh pemain menerima pemotongan gaji ini secara sukarela. Juve bahkan bisa menghemat hingga 90 juta Euro dari pemotongan gaji ini, nilai yang setara dengan gaji Ronaldo selama tiga tahun.

Aksi para pemain Juventus ini menunjukkan bahwa sepak bola tak melulu soal kapitalisme. Masih ada kekeluargaan di sana. Masih ada rasa simpati dan keinginan untuk berbagi untuk sesama. 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *