Jadi, Apa yang Ditawarkan Arthur untuk Juventus?

Apa yang Ditawarkan Arthur untuk Juventus

sinyonyatua.com – Mari kita awali tulisan ini dengan pertanyaan sederhana. Apa yang ditawarkan Arthur untuk Juventus? Kemampuan seperti apa sebenarnya yang membuat Juve rela menukarkan gelandang terbaik mereka untuk pemain 23 tahun ini?

Saat saya menulis artikel ini, Arthur sudah mengikuti tes medis bersama Si Nyonya Tua. Hanya keajaiban yang bisa membuat proses transfer ini gagal, seperti yang terjadi pada Patrick Schick beberapa tahun yang lalu. Saat itu, Shick sudah berpose di J Medical namun kemudian transfernya dinyatakan gagal karena sang pemain mengalami kelainan jantung. Hal yang aneh sebenarnya mengingat setelah itu pun Schick masih terus aktif bermain.

Kembali pada Arthur, apa yang membuat Juve sangat tertarik kepada pemain asal Brasil ini.

Rumor transfer pertukaran Arthur-Pjanic sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Setidaknya dalam beberapa bulan terakhir. Rumor ini mengemuka ketika Pjanic mulai menunjukkan penurunan performa terutama pada pertengahan musim 2019/2020.

Ketika Sarri datang ke Juve, Sarri menegaskan Pjanic akan menjadi sentral permainannya. Sarri bahkan sangat yakin dengan Pjanic, mengingat gelandang Bosnia itu memang dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik di Serie A. Sarri bahkan mengatakan Pjanic bisa saja menyentuh rataan umpan 150 kali per pertandingan, sebuah tuntutan yang sangat besar untuk seorang deep lying playmaker.

Peran ini sama kiranya dengan peran Jorginho ketika Sarri masih berada di Napoli. Peran ini menjadi otak permainan Sarriball yang menghibur nan atraktif.

Baca Juga:   Juventus Kejar Zidane, Susun Rencana Membajaknya dari Real Madrid

Sayangnya, kita tahu Pjanic tak cocok memainkan peran tersebut. Alih-alih bersinar, Pjanic justru terlihat seperti gelandang medioker sejak beberapa bulan terakhir.

Di titik inilah, jalan keluar Pjanic dari Allianz Stadium dimulai.

Lalu datang rumor Arthur. Lantas mengapa Arthur, mengapa tidak Jorginho yang di saat bersamaan juga sempat dikabarkan menjadi target Juventus?

Selama di Barca, Arthur dikenal sebagai gelandang dengan wilayah operasi di sisi kiri. Ia bukan deep lying playmaker seperti yang diinginkan oleh Sarri. Ia adalah pemain nomor 8 dengan gaya permainan yang lebih mirip box to box dibanding seorang deep lying playmaker.

HeatmapArthur di Barca

HeatmapArthur di Barca

Ini adalah posisi yang ditempati Matuidi saat ini di Juventus.

Pada musim terakhirnya di Barca, Arthur bermain dalam 27 pertandingan, 17 di antaranya sebagai starter. Jumlah ini cukup baik mengingat ia juga sempat cedera beberapa pekan sementara Liga Spanyol saat ini juga masih belum sepenuhnya selesai.

Baca Juga:   Dikarantina, Pogba Latihan dengan Jersey Juventus. Kode Nih?

Catatan statistik memperlihatkan Arthur adalah seorang passer jempolan. Rata-rata jumlah umpan yang ia hasilkan dalam satu pertandingan adalah 53,3 kali dengan tingkat kesuksesan mencapai 91,2 persen.

Bukan hanya jago dalam umpan pendek, Arthur juga memiliki kemampuan dalam melepas umpan panjang. Rerata umpan panjangnya adalah 2,3 umpan panjang per pertandingan dengan 0,6 di antaranya berujung sebagai key passes. Statistik ini memperlihatkan Arthur cukup bisa diandalkan untuk menciptakan peluang bagi rekan-rekannya di lini depan.

Yang lebih menggembirakan, performa ini diperlihatkan bahkan saat Arthur sebenarnya tidak bermain di posisi naturalnya. Statistik di atas adalah saat Arthur berada di Barcelona dengan posisi gelandang tengah yang beroperasi di sisi kiri. Kalau di Juve, posisi ini bisasa ditempati Matuidi.

Bagaimana dengan posisi naturalnya?

Untuk melihat statistik Arthur di posisi naturalnya, kita harus kembali ke dua musim sebelumnya saat Arthur masih berada di Gremio.

Saat itu, Arthur bermain agak lebih sedikit ke belakang. Ia beroperasi hampir di semua area di lini tengah, menjadi jembatan bagi aliran bola dari lini belakang ke depan. Peran ini persis seperti yang dijalankan Jorginho di Napoli.

Lihatlah heatmap Arthur saat masih berada di Gremio seperti di bawah ini:

Heatmap Arthur selama berada di Gremio

Heatmap Arthur selama berada di Gremio

Heatmap ini memperlihatkan Arthur cukup sering turun ke bawah untuk menjemput bola, sementara di sisi lain ia juga cukup sering naik melewati garis tengah untuk mengalirkan bola ke lini depan. Dengan daya jelajah seperti ini, ia melepas rata-rata 74,1 umpan per pertandingan dan 93,1 persen di antaranya menemui sasaran. Arthur juga mencetak rata-rata 4,1 umpan panjang per pertandingan dengan 0,8 di antaranya berakhir sebagai key passes.

Dengan kemampuan seperti ini, Arthur jelas akan menambah kualitas lini tengah Juve. Pertanyaannya kemudian, di mana dia akan bermain?

Baca Juga:   "Paul Pogba Harus Kembali ke Juventus"

Jika maksud Juve membeli Arthur untuk menggantikan perannya di posisi Pjanic, bukankah kita sudah mempunyai Bentancur? Jika ia bermain di posisi kiri, ini juga bisa berbahaya mengingat Arthur tidak begitu fasih dalam bertahan. Bukankah Matuidi selama ini tak tergeser karena ia mampu mengisi peran bertahan untuk menutup lubang yang ditinggalkan Ronaldo?

Sementara kita menebak-nebak, biar itu menjadi persoalan Maurizio Sarri saja.

Yang jelas, jika bisa digunakan secara maksimal, Arthur akan menjadi ‘otak’ baru dalam kreativitas serangan Juventus. Sesuatu yang hilang dalam permainan Juve dalam dua tahun terakhir.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *