Alibi Tuan Sarri Atas Kekalahan Juventus

Nyonya Tua – Hidup kadang suka bercanda. Sekali di atas. Sekali di bawah. Dan kita melihat itu dengan jelas pada laga Lazio Vs Juventus akhir pekan tempo hari. Dua wajah Juventus terlihat sempurna dalam laga tersebut.

Wajah pertama adalah permainan yang menghibur. Menyerang. Sepak bola ala Sarrismo. Sesuatu yang selalu dituntut dari tapi tak pernah dipenuhi Massimiliano Allegri sebelumnya. Sesuatu yang akhirnya membuat Allegri dipecat pada akhir musim lalu dan membawa Sarri menjadi pelatih kita untuk musim ini, dan mungkin musim-musim selanjutnya.

Pada babak pertama, Juve memperlihatkan permainan yang menyerang. Kombinasi Paulo Dybala, Bentancur, hingga Ronaldo terjalin dengan baik. Lazio dipaksa bertahan di dalam area lapangan mereka sendiri.

Peluang demi peluang tercipta. Juve bermain dengan nyaman. Aliran bola mengalir seperti yang direncanakan. Peluang demi peluang tercipta. Di titik ini, kita mungkin sudah yakin Juve akan membawa pulang tiga poin.

Baca Juga:   Breaking: Lord Matuidi Positif Corona

Strakosha, kiper Lazio itu, memang bermain baik malam itu. Misalnya ketika ia menyelematkan sebuah tendangan melengkung Dybala. Tapi kemudian ia tak bisa berbuat apa-apa ketika umpan tarik Bentancur berhasil dicocor oleh CR7 untuk membawa Juve unggul lebih dulu.

Juve semakin nyaman memegang bola dan kita sudah mulai membayang-bayangkan pucuk klasemen yang kembali ke pelukan Si Nyonya Tua setelah sehari sebelumnya Inter hanya bermain imbang dengan AS Roma.

Tapi hidup tak selalu berjalan seperti yang kita inginkan.

Lazio membalas. Tapi mereka tak puas sampai di situ. Mereka membalas dengan gaya. Babak kedua murni menjadi milik Lazio dan mereka membuat Juve seperti tim medioker yang hanya bisa bertahan agar tak kalah sebanyak-banyaknya. Toh, kita tetap kebobolan tiga gol dan inilah kekalahan pertama Juve musim ini.

Tuan Sarri harus menerima fakta bahwa bulan madunya dengan Si Nyonya Tua telah selesai.

Baca Juga:   Kaio Jorge, Bocah 50 Juta Euro yang Menjadi Incaran Juventus

Lantas kenapa Juve bisa semedioker itu, khususnya di babak kedua? Tuan Sarri punya alasan. Ia menyebut Juve kehilangan keseimbangan setelah Juan Cuadrado menerima kartu merah.

“Saya pikir kami bermain baik di babak pertama. Sangat baik, bahkan. Sayangnya, kami tidak cukup beruntung karena membiarkan mereka mencetak gol di penghujung babak pertama,” kata Tuan Sarri sebagaimana dikutip dari sini.

“Babak kedua didominasi dengan banyaknya insiden. Kebanyakan merugikan tim kami. Ketika 11 melawan 11, kami masih tampil cukup baik. Pada babak kedua, ketika pertandingan menjadi lebih seimbang, kartu merah mengubah segalanya.”

Nah, menurut Tuan Sarri kartu merah itulah yang menjadi pangkal kekalahan Si Nyonya Tua. Adakah demikian?

Baca Juga: 

Ronaldo akan segera hengkang dari Juventus?

Lord Khedira Cedera Parah

Tentu Tuan sarri yang lebih tahu. Namun jika boleh menganalisis, kita sebenarnya sudah jauh keteteran ketika Bentancur ditarik keluar karena mengalami cedera.

Baca Juga:   Pucuk Kini Telah Lepas, dan Pemiliknya Adalah Inter Milan

Tanpa Bentancur, lini tengah seperti kehilangan daya dobraknya. Aliran bola tersendat. Can tidak bisa menjalankan peran seperti yang dijalankan Bentancur pada babak pertama.

Saya tentu tidak menyalahkan Can. Mungkin ia bermain di posisi yang salah, atau mungkin ia masih kikuk mengingat kesempatan tampilnya sangat terbatas musim ini. Dengan menit tampil yang terbatas, sulit bagi setiap pemain untuk memperlihatkan performa terbaiknya.

Bagaimana pun, yang terlihat jelas di laga ini adalah Tuan Sarri masih memiliki masalah di lini tengah. Bertemu dengan pemain-pemain seperti Sergej-Milinkovic Savic dan Luis Alberto, terlihat jelas lini tengah Juve sangat kerepotan.

Kita beruntung memiliki Szczesny di bawah mistar gawang. Karena jika tidak, mungkin akhir pekan kemarin bisa menjadi bencana.

Tuan Sarri harus segera memperbaiki lini tengah. Atau jika tidak, kita akan lebih sering melihat hasil seperti ini dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Facebook Comments
No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *